Monday, November 2, 2009

Perlu Anda Tahu

Air Kemasan Telah Sangat Mengkhawatirkan Ekosistem Dunia |

Buana Katulistiwa - Konsumsi air botolan, yang telah meningkat dua kali lipat secara global dalam enam tahun terakhir, merupakan sumber alam yang menyebabkan konsekuensi berat bagi ekosistem dunia, kata sebuah studi di Amerika Serikat.

"Disetiap daerah dimana ditemukan sumber air minum, permintaan air botolan diketahui meningkat, menyebabkan permasalahan sampah, dan peningkatan permintaan konsumsi energi," ungkap Emily Arnold, penulis studi pada Earth Policy Institute, sebuah kelompok lingkungan di Washington.

Menurut Arnold, meskipun air botolan hasil industri selalu lebih menyehatkan dibandingkan air alami, namun biaya yang dibutuhkan akan membengkak hingga 10.000 kali.

"Dengan harga 2,5 dolar AS per liter (10 dolar AS per galon), air botolan telah lebih mahal dari pada bensin," kata studi ini seperti dikutip AFP , Sabtu (11/2).

Disebutkan pula bahwa AS telah menjadi konsumen terbesar air botolan di dunia, dimana orang-orang Amerika telah meminum 26 miliar liter tahun 2004, atau sekitar 25 cl (one eight-ounce) gelas per orang per hari.

Meksiko menjadi negara kedua terbesar dengan konsumsi 18 miliar liter, diikuti oleh China dan Brasil masing-masing dengan 12 miliar liter.

Dalam kasus konsumsi per orang, Italia ada pada peringkat teratas dengan mencapai 184 liter, atau lebih dari dua gelas setiap hari, diikuti Meksiko dan Uni Emirat Arab dengan 169 dan 164 liter per orang. Belgia dan Perancis serta Spanyol berada pada posisi keempat, kelima dan keenam.

Studi ini menyebut bahwa permintaan air botolan meningkat juga di negara-negara berkembang antara tahun 1999 dan 2004, dengan peningkatan tiga kali lipat di India dan lebih dari dua kali lipat di China pada periode yang sama.

Peningkatan konsumsi ini diketahui telah menambah biaya pengemasan air, yang biasanya menggunakan botol plastik yang terbuat dari polyethylene terephthalate (PET) yang berasal dari minyak mentah, kemudian diangkut mengunakan kapal, kereta atau angkutan darat lainnya.

"Pembuatan botol untuk memenuhi permintaan orang-orang Amerika lebih memerlukan lebih dari 1,5 juta barel minyak setiap tahun, cukup untuk memenuhi bahan bakar 100.000 kendaraan setiap tahunnya," ungkap studi itu. "Di seluruh dunia, 2,7 juta ton plastik telah digunakan untuk membuat air botol setiap tahun."

Masalah yang muncul kemudian adalah, botol-botol plastik air minum ini menyebabkan risiko lingkungan.

Studi Container Recycling Institute menyebutkan bahwa 86 persen botol plastik air minum di AS menghasilkan sampah, yang baru akan dapat dihancurkan dalam 1.000 tahun. Dewasa ini, sekitar 40 persen botol PET telah diolah ulang di AS tahun 2004.
Studi ini kemudian mengingatkan bahwa cepatnya pertumbuhan industri ini juga secara ironis menyebabkan masalah sumber air bersih di berbagai daerah, termasuk di India, dimana air botolan Dasani serta perusahaan Cola-cola telah menyebabkan permasalahan lingkungan di lebih 20 desa. (ss)

Sumber: www.geografiana.com

No comments:

Post a Comment